Kebudiluhuran dalam Bidang IT
Kebudiluhuran adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh siapapun dalam lingkungan kerja, karena itu menjadi fondasi utama profesionalisme dalam bekerja. seseorang bisa bekerja dengan baik melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan kebudiluhuran, contohnya dalam bidang IT, bagaimana seorang IT profesional dalam menjalankan tugas IT nya membangun dan menjaga infrastruktur IT jika ia berbuat tidak terpuji dengan jabatan IT nya seperti menjual data internal perusahaan tempat dia bekerja ke pihak luar. itu lah essensi kebudiluhuran dalam lingkungan kerja
Saat ini, memang tidak dapat dipungkiri sebagian orang mengganggap kebudiluhuran adalah sebuah normatif belaka, hanya sebuah formalitas kehidupan. Anggapan ini tidak muncul begitu saja, anggapan ini muncul dari begitu banyak kasus tindakan tidak terpuji seperti korupsi yang dilakukan oknum penjabat di lembaga pemerintahan. Hal ini tentu menjadi sebuah stigma negatif yang tidak sedap dipandang oleh kita sebagai masyarakat dan muncul anggapan bahwa kebudiluhuran kayaknya sebuah formalitas belaka.
Kebudiluhuran dalam lingkungan IT sangat penting karena saat ini bidang IT adalah bagian utama dalam bisnis atau perusahaan di berbagai sektor, seperti perbankan, asuransi, logistik dan lain sebagai nya. bayangkan jika pekerja IT tidak memiliki kebudiluhuran dalam bekerja, dia bisa merusak sistem perusahaannya sendiri atau menyalahgunakan sistem perusahaannya.
Seperti kasus di Huaxia Bank, seorang IT Programmer menyalahgunakan sistem bank tempat dia bekerja, dia membuat celah sehingga dia bisa melakukan penarikan di ATM tanpa mengurangi saldo rekeningnya, dia memanfaatkan celah keamanan yang ada, yaitu sistem milik bank tak mencatat penarikan dari ATM yang dilakukan pada tengah malam.
Karena celah tersebut, ATM bisa terus mengeluarkan uang tanpa mengurangi saldo si pemilik rekening. Nah, semestinya penarikan semacam ini akan memberikan notifikasi ke bank mengenai transaksi yang gagal, namun dia diduga menyuntikkan sebuah skrip kode ke dalam sistem agar notifikasi tersebut tak dikirimkan. dia melakukannya dari November 2016 sampai diketahui oleh pihak bank pada Januari 2018. Dia berhasil membawa uang sebesar 7 juta yuan setalah melakukan 1358 kali penarikan dan akhirnya dipolisikan oleh pihak bank. (Detik.com)
Contoh lainnya adalah kasus yang terjadi di Tokopedia saat ulang tahun ke-9 Tokopedia atau pada tahun 2018, saat itu terdapat kampanye “flash sale” yang memungkinan pengguna Tokopedia membeli barang dengan harga sangat murah. Saat itu terdapat diskon besar untuk pengguna Tokopedia. Namun kampanye tersebut disalahgunakan oleh oknum karyawan Tokopedia itu sendiri.
Oknum karyawan Tokopedia ini berbuat kecurangan sehingga hanya orang tertentu yang bisa membeli produk flash sale, hal ini mengakibatkan pengguna Tokopedia tidak bisa membeli produk flash sale tersebut. Jumlah oknum karyawan yang dipecat Tokopedia mencapai puluhan dari kejadian ini. Melalui pernyataan resminya, Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais mengatakan bahwa nilai yang dianut Tokopedia sendiri adalah membangun kepercayaan. "Setiap titipan kepercayaan adalah sebuah amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) tanpa terkecuali," tulis Priscilla.
Ia pun mengatakan bahwa karyawan yang tak dapat menjaga kepercayaan dan integritas akan ditindak tegas sesuai dengan kebijakan perusahaan yang berlaku. "Gagal menjaga kepercayaan artinya gagal menjaga integritas dan Tokopedia tidak memberikan ruang toleransi untuk individu yang menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas," ungkap Priscilla. "Setiap individu, yang ditemukan menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas, akan kami tindak sesuai kebijakan perusahaan," (Kompas.com)
Ini tentu sesuatu yang tidak mengenakkan dan membuat kita semua berfikir, dimanakan kebudiluhuran?
Hasil dari pemikiran tersebut adalah bahwa kebudiluhuran juga harus diterapkan dari sisi pencegahan, kita sebagai masyarakat yang menerapkan kebudiluhuran harus membangun dan menerapkan sistem yang melakukan pencegahan tindakan tidak terpuji.
Sebagai contohnya, penerapan Token pada sistem perbankan untuk melakukan transaksi keuangan, dengan sistem token password nasabah setiap waktu berubah, dan password tersebut hanya diketahui oleh nasabah melalui alat token nya. Dengan sistem token pihak programmer bank sendiri juga tidak tahu password nasabah karena password digenerate otomatis sehingga setiap menit password tersebut berubah. Ini adalah salah satu penerapan kebudiluhuran dalam bentuk pencegahan.
Pada akhirnya kebudiluhuran adalah nilai yang harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam hal pelaksanaan pekerjaan atau dalam hal pencegahan dari tindakan negatif karena jika tidak diterapkan dalam segala aspek maka masih bisa dimungkinkan celah dan membuat orang lain bertindak negatif merugikan orang lain.
Salam,
Diary Founder,
Mohammad Kasyful Anwar
Komentar
Posting Komentar