Permasalahan Dokumentasi pada Agile Method

Sebelumnya telah dibahas mengenai metode Structured / Sequencial dan Agile dalam perancangan perangkat lunak atau sistem informasi. Metode Agile lebih cepat dalam menjalankan proyek perancangan perangkat lunak karena beberapa hal bisa dikerjakan bersama dalam satu waktu atau secara paralel dan dengan metode Agile perubahaan di tengah proses perancangan bisa dilakukan. (selengkapnya bisa melalui link berikut https://diaryfounder.blogspot.com/2020/10/agile-method-dalam-perancangan-sistem.html)

Namun hal tersebut menimbulkan permasalahan lain yaitu dokumentasi, perangkat lunak pada akhir project bisa sangat berbeda dengan design awal yang telah dibahas karena ada perubahan - perubahan yang terjadi, dan perubahan tersebut harus dilakukan karena kebutuhan user. Kemudian disisi lain perubahan dokumentasi dilakukan terus-menerus seiring perubahan pada perangkat lunak.

Bagaimana menyelesaikan permasalahan ini? 

Ada beberapa opsi yang bisa dikaji lebih lanjut untuk menyelesaikan permasalahan dokumentasi pada metode Agile :

  • Dokumentasi dilakukan oleh karyawan khusus diluar programmer, dalam metode Agile programmer dituntun untuk memiliki skill programming yang tinggi karena harus bisa mengikuti perubahan - perubahan aplikasi yang diluar prediksi dan perubahan harus diselesaikan secepatnya. Hal ini tentu membuat programmer tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk membuat dokumentasi, menurut Rakitin, Steven R. (2001). "Manifesto Elicits Cynicism: Reader's letter to the editor by Steven R. Rakitin", IEEE Computer, "we want to spend all our time coding. Remember, real programmers don't write documentation."
  • Menggunakan design atau perencanaan awal perangkat lunak sebagai dokumentasi, dengan metode Agile yang berubah begitu cepat maka design bisa "dianggap" sebagai dokumentasi karena dengan design sebuah perangkat lunak bisa dibangun ulang, hal ini sama dengan fungsi dokumentasi yaitu sebagai acuan saat dilakukan pengerjaan ulang dari perangkat lunak.
  • Riwayat pengembangan source-code digunakan sebagai dokumentasi, programmer biasa mencatatkan riwayat pengembangan source-code nya melalui repository seperti Git, riwayat perubahan source-code digunakan sebagai dokumentasi karena bisa dilihat, dipelajari dan dilakukan pengembangan perangkat lunak ulang.


Salam,
Diary Founder,
Mohammad Kasyful Anwar
2011600125
Magister Komputer
Universitas Budi Luhur

*tulisan ini adalah resume dari TM4 - Analisis Kebutuhan dan Perancangan Sistem Informasi

Komentar